TENTANG PEMIMPI DAN PEMIMPIN (Part 1)
Setiap orang pasti punya sosok pemimpin yang menjadi panutan dalam hidup. Bagaimanapun caranya, secara tidak langsung mereka pasti mencontoh panutan mereka tersebut, sedikit atau menyeluruh setidaknya ada bagian dalam dirinya yang melakukan modeling terhadap tokoh-tokoh tertentu. Sebagai seorang Trainer dan Konsultan, saya pun merasa demikian, apa yang membentuk pribadi saya saat ini adalah proses belajar terhadap siapa yang saya jadikan panutan dan menjadikannya seorang model untuk saya contoh. Selain tentang siapa yang menjadi model pemimpin, ini juga bercerita tentang perjalanan menjadi seorang pemimpin.
Berbicara tentang pemimpin tentu berbicara tentang proses menjadi pemimpin atau menjadi yang dipimpin. Ini terjadi di akhir tahun 2010 berkompetisi menjadi pemimpin di sebuah lembaga yang unggul, inovatif, dan visioner adalah sebuah posisi yang bergengsi. Sudah berlalu 11 tahun lamanya berlalu, kisah ini mengawali tonggak sebuah sejarah yang menjadi cerita kader-kader lembaga selanjutnya. Posisi pemimpin adalah proses yang sangat menjanjikan untuk pengembangan diri dan membangun relasi masa depan.
Dalam proses berkompetisi menjadi orang nomor satu kala itu dilalui dengan 3 tahap: Pertama, pernyataan kesanggupan dari 17 orang bakal calon dari angkatan yang layak menjadi pengelola lembaga. Dari proses ini, dipilih 5 orang calon direktur untuk mengikuti proses tahap kedua yaitu kampanye dan visi-misi. Mereka yang lolos yaitu, L. Helmi Sulaiman Haris, Indra Primanto, Robiis, Shinta Nurdewi S., dan Afriadi Putra. Kelima orang inilah yang dipandang layak maju pada tahap kedua untuk berkampanye, menjelaskan visi-misi, dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan lembaga. Semua proses ini dilakukan untuk kemajuan lembaga yang dikelola secara profesional.
Pada tahap kedua, setelah seminggu dari
ditetapkannya 5 calon direktur, setiap calon diberi waktu untuk melakukan
pendekatan personal kepada setiap anggota lembaga. Pada proses ini, setiap
orang melakukan manuvernya masing-masing untuk mengambil hati agar memperoleh dukungan
pada tahap-tahap selanjutnya. Pada tahapan ini, meskipun terkesan sangat formal
secara proses, sejatinya behind sciene kisah ini sangatlah indah dan menarik,
terutama 3 calon direktur melakukan negosiasi di balik layar di sebuah Warung
Kopi Nusantara di Nologaten.
Kala itu, saya, Indra, dan Robiis paham pola pemilihan ini dan meyakini bahwa sebenarnya yang akan lolos 3 besar calon direktur setelah melalui proses tahap kedua ini adalah kami (Helmi, Indra, dan Robiis). Dari situlah, kami bertiga berkumpul untuk merumuskan siapa sebenarnya yang layak untuk menjadi orang nomor satu. Karena kami sepenuhnya paham bahwa lembaga kami adalah lembaga yang menjunjung kekeluargaan dan kerjasama yang kental tanpa mengabaikan profesionalitas. Meskipun perkumpulan ini tidak diketahui oleh para anggota, kami merasa proses negosiasi ini adalah proses yang menjadi solusi dari kemungkinan pecahnya suara di pemilihan akhir nanti. Kami sepakat, akan mengikuti alur pemilihan dengan siapapun yang akan menjadi direktur nantinya, posisi-posisi yang layak bagi yang tidak terpilih diantara kami bertiga untuk untuk saling mendukung keberlangsungan lembaga nantinya.
Sampailah pada tahap terakhir, yaitu sidang pemilihan yang menjadi proses akhir dari penentuan direktur yang layak dipilih dari 5 calon yang sudah ditentukan menjadi 3 calon. Proses akhir ini dilakukan dengan musyawarah terkait aturan-aturan yang berlaku kemudian menyusutkan pilihan menjadi 3 calon direktur setelah melakukan kampanye selama waktu yang ditentukan. Hasilnya, seperti yang diduga dan diprediksi sebelumnya, kamilah bertiga yang lolos masuk pada tahap final untuk menjadi kandidat terkuat direktur lembaga. Skenario kami berjalan sesuai rencana diskusi warung kopi. Tapi ini tidak selesai disini, pertarungan menjadi orang nomor satu lembaga masih akan berjalan dalam beberapa tahap terpanas. Proses penguatan komitmen dan dinamika sidang berlangsug dramatis. Hal-hal personal diangkat untuk menjatuhkan suara, politik bermain, mental dijatuhkan, pelibatan pengaruh anggota untuk saling mempengaruhi suara bergerak, dan suasana mendadak berubah di tapat puncak ini. Siapa yang akan menjadi orang nomor satu masih dipertanyakan. (L)
Ditulis dengan sadar dalam sebuah refleksi harian
Mengingat Masa Lalu yang Penuh Proses dan Mendidik
Musi Rawas, 21 Mei 2021
Wahh ceritanya bikin penasaran, ditunggu cerita lanjutannya siapa yang menjadi orang nomor satu
BalasHapusTentunya euforia saat itu terasa sekali ya kang Helmi, saya bisa merasakan itu :) tapi saya sangat penasaran dengan cerita keseharian kang Helmi saat ini seperti apa? hehe
BalasHapusTulisannya rapi. Sangat penuh dengan taktik dan strategi ya untuk bisa memenangkan posisi pemimpin :D
BalasHapus